Siperindu

CASCADING PROGRAM TERINTEGRASI

Sosialisasi Pemanfaatan Dampak Kependudukan serta Model Solusi Strategis sebagai Sistem Peringatan Dini Dampak Kependudukan kepada Pemangku Kepentingan

 

Program

Program Pengendalian Penduduk

Kegiatan

Penyusunan dan Pemanfaatan Informasi Kependudukan

Sub Kegiatan

Sosialisasi Pemanfaatan Dampak Kependudukan serta Model Solusi Strategis sebagai Sistem Peringatan Dini Dampak Kependudukan kepada Pemangku Kepentingan

Output kegiatan:

  • Forum Sosialisasi
  • Dokumen Early Warning System Kependudukan
  • Policy Brief
  • Dashboard Kependudukan
  • Rekomendasi Kebijakan

 

  1. RPJMD Kabupaten Halmahera Tengah

Visi

Halmahera Tengah Maju, Sejahtera, Berkeadilan dan Berkelanjutan

 

Misi

  • meningkatkan kualitas SDM
  • meningkatkan pelayanan publik
  • pembangunan berbasis data
  • pembangunan berkelanjutan

 

Tujuan RPJMD

Terwujudnya pembangunan daerah berbasis kependudukan.

 

Sasaran RPJMD

Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan berbasis data kependudukan.

Indikator Sasaran

  • IPBK meningkat
  • IBANGGA meningkat
  • Indeks Kepedulian Kependudukan meningkat
  • TFR terkendali
  • LPP terkendali
  1. IKU Dinas

IKU

Persentase perangkat daerah yang menggunakan data kependudukan dalam penyusunan kebijakan.

Target 60%

 

IKU kedua

Persentase rekomendasi kebijakan kependudukan yang ditindaklanjuti.

Target 75%

  1. Renstra

Program

Pengendalian Penduduk

Kegiatan

Pemanfaatan Informasi Kependudukan

Sub kegiatan

Sosialisasi Dampak Kependudukan

Indikator

Jumlah stakeholder yang memahami model solusi strategis dampak kependudukan.

  1. Renja

Target Tahun

2026

Output

1 kegiatan

Peserta

150 orang

OPD

13

Kecamatan

6

Desa

18

Policy Brief

1 Dokumen

Dashboard

1 aplikasi

 

  1. Perjanjian Kinerja (PK)

Sasaran

Meningkatnya pemanfaatan data kependudukan.

Indikator

Jumlah stakeholder yang menggunakan hasil sosialisasi.

Target 80%

  1. Cascading Kinerja

Bupati

Sekda

Kepala Dinas

Kabid Pengendalian Penduduk

Sub Koordinator

PLKB

Desa

  1. Indikator Output

Jumlah peserta

Jumlah OPD

Jumlah rekomendasi

Jumlah policy brief

Jumlah dashboard

Jumlah komitmen OPD

 

  1. Indikator Outcome

Meningkatnya:

  • kualitas kebijakan
  • sinkronisasi data
  • pemanfaatan GDPK
  • pengendalian pertumbuhan penduduk

 

  1. Evidence Based Policy

Hasil sosialisasi menghasilkan:

Policy Brief

Executive Summary

Dashboard

Analisis Kependudukan

Rekomendasi Bupati

Integrasi RKPD

Integrasi SIPD

  1. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System)

Hitam : Tidak Ada Data, Merah : Awas . Kuning : Siaga . Hijau : Waspada dan Biru : Normal

Kependudukan

LPP tahun 2024 : 2,20 dan Tahun 2025 : 2,24 Status : Status : Merah /Awas

TFR  Tahun 2025 : 2,66 Status Kuning : Siaga

Migrasi seumur hidup netto 2022 : 6,02 Status Kuning Waspada

Urbanisasi  2024 : 6,95 Status Merah Awas

Kepadatan

Stunting

Kemiskinan ekstrem

Kasus kekerasan perempuan

Kasus anak meningkat

Pengangguran meningkat

 

  1. Model Solusi Strategis

Apabila warning muncul

Analisis

Forum OPD

Penyusunan rekomendasi

Intervensi

Monitoring

Evaluasi

Dashboard

Pelaporan

  1. Manajemen Risiko

Risiko

Penyebab

Dampak

Mitigasi

OPD tidak hadir

Jadwal bentrok

Sosialisasi gagal

Undangan lebih awal

Data tidak valid

Sinkronisasi lemah

Kebijakan salah

Validasi data

Rekomendasi tidak dipakai

Komitmen rendah

Tidak berdampak

Monitoring Sekda

Dashboard tidak diperbarui

SDM terbatas

Informasi usang

Penanggung jawab admin

Anggaran kurang

Efisiensi APBD

Output berkurang

Prioritas kegiatan

  1. Monitoring dan Evaluasi

Bulanan

  • Update data

Triwulan

  • Forum evaluasi

Semester

  • Analisis tren

Tahunan

  • Laporan Dampak Kependudukan
  1. Laporan Kinerja (LKjIP)

Sasaran Strategis

Meningkatnya pemanfaatan informasi kependudukan.

Indikator

Persentase stakeholder yang memanfaatkan hasil sosialisasi.

Target 80%

Realisasi 73%

Kategori

Baik

  1. MCP/KPK

Kegiatan mendukung:

✔ Perencanaan

✔ Penganggaran

✔ Manajemen Risiko

✔ Satu Data

✔ SPBE/Dashboard

✔ Monitoring

✔ Evaluasi

  1. Menu SIPD

Urusan

Pengendalian Penduduk dan KB

Program

Program Pengendalian Penduduk

Kegiatan

Penyusunan dan Pemanfaatan Informasi Kependudukan

Sub Kegiatan

Sosialisasi Pemanfaatan Dampak Kependudukan serta Model Solusi Strategis sebagai Sistem Peringatan Dini Dampak Kependudukan

Output

Jumlah kegiatan

Indikator

Jumlah stakeholder

Satuan

Orang

  1. Rencana Aksi

Bulan

Kegiatan

Januari

Penyusunan TOR

Februari

Pengumpulan Data

Maret

Analisis Dampak Kependudukan

April

Penyusunan Dashboard

Mei

Penyusunan Policy Brief

Juni

Sosialisasi Kecamatan

Juli

Sosialisasi OPD

Agustus

Forum Stakeholder

September

Monitoring

Oktober

Evaluasi

November

Penyempurnaan Dashboard

Desember

LKjIP

  1. SKP e-Kinerja Kepala Bidang

RHK

Meningkatnya pemanfaatan informasi kependudukan.

Indikator

1 kegiatan terlaksana.

Target

100%

Butir pekerjaan

  • Menyusun TOR
  • Menyusun KAK
  • Menyusun Jadwal
  • Koordinasi OPD
  • Menyiapkan materi
  • Menjadi narasumber
  • Menyusun laporan
  • Menyusun policy brief
  • Menyusun dashboard
  • Monitoring
  • Evaluasi
  • Pelaporan
  1. SKP e-Kinerja Analis Kependudukan
  • Analisis data
  • Penyusunan profil
  • Penyusunan infografis
  • Penyusunan dashboard
  • Analisis tren
  • Penyusunan rekomendasi
  1. SKP e-Kinerja PLKB
  • Sosialisasi di kecamatan
  • Pengumpulan data lapangan
  • Edukasi desa
  • FGD saat Sosialisasi
  • Pendampingan desa
  • Pelaporan melalui aplikasi
  • Monitoring indikator kependudukan
  • Penyampaian peringatan dini kepada camat dan kepala desa

Inovasi yang Direkomendasikan

Agar kegiatan ini menjadi unggulan dan memiliki dampak nyata, pengembangan SIPERINDU (Sistem Peringatan Dini Kependudukan Kabupaten Halmahera Tengah) sebagai dashboard digital yang mengintegrasikan data BPS, Dukcapil, BKKBN, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, DP3A, dan OPD lainnya. Dashboard ini menampilkan indikator seperti laju pertumbuhan penduduk, migrasi akibat kawasan industri, TFR, stunting, kemiskinan, pengangguran, kepadatan penduduk, serta kasus perempuan dan anak. Sistem menggunakan kategori hijau–kuning–merah untuk mendeteksi potensi risiko dan secara otomatis menghasilkan rekomendasi kebijakan bagi Bupati, Sekda, dan perangkat daerah sebagai dasar penyusunan RKPD, Renja, dan pengambilan keputusan berbasis data.